Showing posts with label Honda Vario. Show all posts
Showing posts with label Honda Vario. Show all posts

Thursday, October 15, 2009

Modifikasi Honda Vario 2008 Jadi Skuter Majesty

Kreativitas Andit Kandiawan dari Surabaya ini pantas diacungi jempol. Honda Vario buatan 2008 miliknya ia modifikasi menjadi skuter besar seperti Majesty.

Perubahan paling menonjol dilakukan Andit pada bodi. honda vario modifikasiSupaya tambah bongsor, rangka dibikin molor sesuai dengan bodi gede yang akan dibangun. Rangka tengah yang berada di bawah floordeck berupa satu pipa berukuran 2,5 inci divonis tidak cukup.

"Saya cari pipa berdiameter lebih besar lagi, lebih kurang 20 cm, lalu diselubungkan dan dilas paten pakai las listrik," paparnya. Agar makin kuat, ada tambahan penguat dari pelat setebal 2 cm. Pengelasan pelat dipasang tegak untuk melawan momen putar sehingga frame tetap kuat.

Untuk urusan bodi, Andit boleh dibilang "merem" saat mengerjakannya. Pasalnya, ia sudah biasa bikin modifikasi bodi mobil. "Dirangkai sendiri sesuai konsep yang meniru Yamaha Majesty, termasuk desain jok yang dibikin agak rendah meniru gaya big scooter Jepang," ujarnya.

Desain lampu depan dibuat keren dengan dibingkai menggunakan lampu CBR 900. Di sini, unsur mewahnya langsung tampak, terlebih dengan dipasangnya audio untuk menambah dukungan fitur high-end.

Karena punya pengalaman modif mobil, builder Kota Pahlawan ini mengaplikasi desain yang pernah dipakai di mobil. Salah satunya, oil catch tank. Itu lho, tabung berisi filter untuk memisahkan hawa panas dan oli yang biasa diterapkan pada modif aliran Japan Domestic Market (JDM).

Tabung yang dipasang di bawah itu bukan sekadar gaya. "Supaya hawa panas bisa diarahkan ke intake manifold. (Pemasangan itu) membuat pembakaran tetap bagus, meskipun hawa dingin," papar Andit

(sumber: kompas.com)


Wednesday, July 15, 2009

Modifikasi Honda Vario Low Rider tanpa Undur-undur

Modifikasi motor Honda Vario jadi low rider bukan hal baru lagi. Namun, yang dilakukan Deden Darmawan dari JK Cutom, Sumedang, Jawa Barat, ini terbilang di luar jalur mainstream. Ia tidak menggunakan undur-undur sebagai pengganti dudukan mesin. Deden membuat terobosan pada Honda Vario 2008. Saat sumbu roda dimundurkan, itu dilakukan tanpa mengubah struktur kerangka asli.

Karena sudah mundur, untuk pegangan roda dibikinkan besi penopang tambahan seperti lengan ayun. Dudukannya memanfaatkan breket yang ada di areal mesin. Lengan ayun sengaja dibikin single, kata Deden, biar tampak lebih sip. Sokbreker pun monoshock dengan menumpang dudukan di lengan ayun tadi.

Untuk transfer tenaga dari as roda belakang dipasangi gear yang dihubungkan dengan rantai ke gear pada roda belakang baru. Rantainya sengaja dibuat dengan dua buah gear yang posisinya sejajar.

Untuk sistem penghenti laju alias rem, Deden telah mengubahnya menjadi cakram. Posisinya menempel dengan gear depan agar simpel sekaligus memanfaatkan ruang yang kosong.

Kedua roda dipasangi velg custom yang lingkarnya dari roda mobil dengan ukuran berbeda. Depan 4 inci dan belakang 5,5 inci, menggunakan ban mobil. Bagian tengah velg dirancang sendiri model palang lima menggunakan bahan pelat tebal.

Sementara itu, tampilan bodi hampir dari seluruh standar Vario lenyap dan diganti dengan model membulat yang minim lekukan. "Kecuali dek saja yang masih asli," kata Deden. Untuk setang, bagian itu dibuat telanjang membentuk U-bar.






(sumber: kompas.com)



Monday, May 4, 2009

Modifikasi Honda Vario 2007

Modifikasi Honda Vario hingga punya tamilan baru yang keren tak cuma monopoli modifmania kota-kota besar. Di Madiun, Jatim, Donny Dwi Budianto dari 73 Motor, merombak Honda Vario 2007 miliknya hingga bisa ''berjoget'' alias bodinya naik-turun layaknya pada modif mobil.

Donny menerapkan konsep MEFRIK alias Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi pada skubek berlambang sayap mengepaknya. Paling menonjol dan bisa dibilang terobosan modif 2009 yakni pemakaian suspensi udara (air-sus) yang membuat bodi bisa naik-turun seperti yang banyak diadopsi dalam modifikasi mobil di Tanah Air.

"Ini seperti tren big matic yang ada di Jepang," bilang Donny. Untuk bisa mengoperasikan air-sus, ia menggunakan kompresor bertekanan 550 psi. Untuk shockbreaker dipakai hidraulik berdiameter 4 cm yang biasa digunakan pada pintu mobil.

Karena funsgi shock hanya untuk naik-turun bodi, maka Donny menambah shock yang ditempatkan di bawah sadel menjorok ke depan dekat tameng. Fungsinya, selain mengatur compress dan rebound, juga untuk menstabilkan bodi. Untuk mengoperasikan air-sus, menggunakan dua tombol yang diletakkan pada stabilizer tengah.

Terobosan lain dari Donny, perhatikan shock depannya. Ia berani mengadopsi monoshock. "Karya sendiri menggunakan pipa dan modelnya seperti di Vespa," paparnya. Supaya kelihatan custom, bagian itu dibungkus fiber dan diberi krom.

Tak cuma itu. Coba tengok lampu-lampunya. Depan pakai mika lampu Honda Airblade dan punya kelebihan, bagian dalam di-custom pakai model proyektor dari lampu mobil. Sementara itu, lampu senja sudah mengaplikasi LED.

Adapun yang belakang hasil kreasi 73 Motor. Bentuknya runcing mengikuti garis buritan dengan lampu serba-LED. Ada lampu sein dan juga rem. (sumber: kompas.com)

Sunday, April 5, 2009

Modifikasi Honda Vario | Berlengan Ayun ala Motor Batman

Karya baru modifikasi motor terus lahir. Tak terkecuali pada Honda Vario. Kagum pada motor Batman, Sudadi Reso, salah satu modifikator, mencoba mengaplikasikannya, meski tampilannya masih jauh dari orisinalnya. Untuk mewujudkan cita-citanya, Dedi—sapaan akrab Sudadi—pada bagian lengan ayun dibuat custom seperti kelelawar. "Lengan harus dibuat ulang karena posisi sumbu roda sudah bergeser ke belakang. Tadinya sempat menjajal 20 cm, tapi kepanjangan dan akhirnya pakai 15 cm aja," ungkap Dedi.

Dalam memundurkan sumbu roda, banyak hal yang harus diperhatikan. Di antaranya lebar roda dan bentuk bodi. Seandainya bodi dimodif ekstrem lebih panjang lagi, katanya, takut enggak harmonis antara bodi dan roda.

Untuk bodi, Dedi hanya memasang di beberapa bagian saja sehingga keaslian skubek Honda masih kental. Kemudian, knalpot dipotong pada bagian leher sepanjang 30 cm agar menjadi lebih pendek dan rata. Di sini, ia memasang knalpot merek Password yang sudah dikrom dengan harga sekitar Rp 500.000.

Langkah cerdik Dedi tampak dalam mengombinasikan warna hitam dan krom. Enggak cuma knalpot, akhirnya semua komponen dilapisi krom. "Sekalian dari kaki-kaki hingga setang. Saya yakin lebih sip dipandangnya," papar Dedi.

Tampilan motor jadi gagah berkat pemakaian ban lebar plus pilihan jari-jarinya yang diambil dari Harley-Davidson (H-D). Bila jari-jari skubek atau bebek 3,1 mm, yang H-D itu 4 mm. (sumber: kompas)


Sunday, March 15, 2009

Modifikasi Honda Vario


Modifikasi motor kian tak terbendung. Honda Vario pun bisa disulap jadi tunggangan unik. Honda Vario milik David Laibahas ini misalnya, dimodifikasi jadi punya tiga roda di belakang. Jagoan modifikasi dari A-Custom Surabaya ini mengatakan, dari ketiga roda tersebut hanya ban di tengah yang aktif.

Sementara itu, kedua roda di sisi kiri dan kanan dihubungkan pakai pelat besi setebal 2 cm yang berfungsi sebagai pegangan. Jadi, total panjang besi 50 cm, masing-masing 25 cm ke kiri dan ke kanan dari teromol yang tengah. Untuk memasang seluruh roda, jarak sumbu roda awal harus dibuat molor dulu. Dalam proses ini Andit melakukan dua kali proses pemunduran.


Beda lagi dengan modifikasi Honda Vario 2006 dari Sumedang ini, bisa dibilang cukup ekstrem. Keunikannya, Deden Darmawan, sang modifikator yang membentuk skubek menjadi low rider, justru ke luar dari pakem aliran tersebut. Kemudian, sistem rem belakang juga tak lazim, termasuk penggerak roda memakai komponen mobil.

Umumnya, modifikasi low rider memundurkan roda belakang dengan menambah undur-undur plus menggeser mesin. Namun, Deden dari SS Custom merenggangkan ban dari standarnya lumayan "jauh" sampai 50 cm dengan dibuatkan lengan ayun (swing arm) baru. "Mundur dengan posisi mesin masih di tempatnya," ujar Deden. (sumber:kompas)